![]() |
(Sebuah Puisi Esai tentang Gempa Myanmar)
Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar menyebakan ribuan orang luka-luka. Tiga orang dilaporkan tewas karena tertimpa bangunan masjid yang ambruk. Dikhawatirkan masih banyak warga terjebak dalam reruntuhan. Gempa tersebut memiliki kekuatan 7,7 Skala Richter menurut Survei Ekologi Amerika Serikat. [1]
***
Langit Myanmar masih memeluk debu
ketika bumi menggeliat, merobek tenang,
gemuruh datang seperti amarah dewa yang terluka,
menelan rumah, menara, senyum yang tersisa.
"Ibu, di mana ayah?" bisik seorang anak,
suaranya pecah di antara puing yang merintih.
Tangan kecilnya menggali bayangan,
mencari hangat yang mungkin sudah pergi.
Rumah sakit penuh dengan luka yang berbaris,
darah mengalir lewat lorong-lorong sempit,
jerit dan tangis menjadi bahasa yang sama,
sementara langit diam, merah seperti api.
-000-
Mereka datang dengan sekop dan lengan telanjang,
menggali reruntuhan seperti menggali waktu,
setiap batu yang terangkat adalah sebuah nama,
setiap detik adalah pertaruhan nyawa.
"Aku dengar suara di bawah sini!" teriak seorang relawan,
kulitnya luka oleh besi dan beton yang congkak.
Tapi mereka tak berhenti,
karena di dalam kegelapan itu,
masih ada napas yang menanti.
-000-
Apakah bumi terlalu lelah menanggung derita?
Ataukah kita yang lupa,
bahwa tanah pun bisa mengeluh?
Di sudut kota, seorang lelaki tua duduk,
memandang foto-foto yang selamat dari robohan,
wajah-wajah yang kini hanya tinggal kenangan,
tersimpan dalam bingkai yang retak.
"Kita akan bangkit," katanya pada angin,
"seperti pagoda yang tetap tegak
meski badai datang menerpa."
-000-
Malam turun dengan cepat,
membawa dingin yang menggigit.
Tapi di antara puing,
masih ada Cahaya,
lilin-lilin menyala di depan tenda darurat,
setiap nyala adalah sebuah doa,
"Bawalah mereka pulang,
atau setidaknya,
berikan mereka kedamaian."
_______
Rumah Kayu Cepu, 29 Maret 2025
CATATAN:
[1] Puisi esai di atas terinspirasi dari berita gempa Myanmar yang dimuat di Suara Merdeka https://www.suaramerdeka.com/internasional/0414860379/banyak-korban-gempa-myanmar-dikhawatirkan-terjebak-di-gedung-yang-runtuh-korban-luka-penuhi-rumah-sakit.