![]() |
Di hari nan Fitri, Idul Fitri, dalam dua arti kembali makan pagi dan kembali ke jati diri nan ori dan suci, menyalakan turbin mental spiritual yang suci (QS.30:30) untuk mengubah kehidupan yang baik dan lebih baik.
Turbin dimaksud judul di atas adalah penggerak atau pendorong dalam aspek mental dan spiritual seseorang—mirip seperti bagaimana turbin mengubah energi menjadi tenaga gerak.
Turbin fitrah dan ishlah di atas menekankan pada perubahan mental dan spiritual yang didasarkan pada kesucian dan kejernihan diri (fitrah) dan kekuatan jiwa untuk hidup dalam kedamaian dan kebersamaan (ishlah).
Turbin mental bisa diartikan sebagai mekanisme yang menggerakkan atau mempercepat proses berpikir, kecerdasan, dan ketahanan mental seseorang. Misalnya, pendidikan, pengalaman hidup, atau kebiasaan berpikir kritis.
Turbin spiritual bisa merujuk pada sesuatu yang mendorong perkembangan spiritual seseorang, seperti ibadah, tafakur, atau pengalaman batin yang memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Sejatinya saat mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid di hari Idul Fitri ini setiap pribadi umat melakukan internalisasi fitrah dan ishlah. Mengapa dua terma ini dapat menjadi pintu masuk bagi pergerakkan positif yang lebih cepat dan berkeadilan.
1. PENTINGNYA FITRAH?
Kembali ke kesucian adalah makna hakiki dari Idul fitri. Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi kembali ke fitra, kesucian jiwa dan hubungan sosial. Kata "Fitri" berasal dari kata fithrah, yang berarti kembali kepada keadaan asal manusia yang suci, bersih dari dosa, serta dipenuhi dengan kasih sayang dan kedamaian.
Idul Fitri adalah moment penting untuk penyembuhan luka sosial. Memaafkan dan memulihkan luka kolektif yang beberapa bulan lalu terjadi dalam kontestasi Pileg, Pilpres dan terakhir Pilkada serentak 2024.
Memang dalam kehidupan sosial, konflik, perpecahan, dan luka sosial sering kali terjadi akibat perbedaan pandangan, kepentingan, dan persaingan. Idul Fitri mengajarkan untuk memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus, sebagaimana Allah mengampuni hamba-Nya. Menghapus dendam dan kebencian yang menimbulkan jurang pemisah dalam masyarakat. Mengembalikan keharmonisan sosial dengan mempererat kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang. Ta singgung ka naik, ta geser ka turun, maaf jo rila dimitakan.
Sakali aie gadang, sa kali tapian barubah, biduak lalu kiambang batauik, cabiak-cabiak bulu ayam, waktunya bataut juo (itu kearifan untuk penyembuhan luka sosial).
Energi kesucian jiwa diperlukan karena beratnya tantangan yang akan dihadapi. Dampak tak sengaja internet, keresahan sosial, ketidakpastian arah perubahan, medsos sesat, politik bangkrut moral, maka jiwa yang suci dapat bermanfaat untuk menahan kondisi darurat moral.
Keruh, dan kisruh dapat dijernihkan dan dinormalkan saat fitrah direkat dengan fa'fu wasfahu, saling memaafkan dan melupakan kesalahan.
2. ISLAH (REKONSILIASI)?
Ishlah sama maknanya dengan rekonsiliasi. Surat al hujurat ayat 9 dan 10 mengulang 3 x kata ishlah dalam dua ayat dan mempersyaratkan ukhuwah sebagai landasan berpijaknya ishlah, damai dan tulus dalam kebersamaan.
Setelah memaafkan mesti ditindaklanjuti dengan kesungguhan untuk ishlah, berdamai, bersatu dan menyatu dengan tulus ikhlas. Sikap mental ishlah dapat tumbuh atas landasan ukhuwah, al hujurat 10. Setelah ini stel dan bersemi kuat di hati maka rahmat berupa kemajuan dapat dikejar bersama.
Strategi ishlah yang sukses melahirkan peradaban besar dapat dibaca dari sejarah mu'akah yang dilakukan Nabi saat menegakkan masyarakat multi paham dan ideologi. Masyarakat Luhak nan tuo punya historis gemilang dalam pendidikan dan kesatuannya. Menyebut Payakumbuh memory sejarah akan melintah nama Syekh Abdurrahman, kakek buyutnya Bung Hatta, nama Syekh Abdul Wahid As Salihi 1 dari 10 founding father Perti. Belum lagi ratusan ulama dan cerdik cendikia yang itu modal inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Luhak Nan Bungsu.
Visi madani, unggul dan berkeadilan. Jernih dalam perubahan dan pergerakkan, al raad, 11 dan qasas 7 adalah sumber inspirasi untuk mengerakkan perubahan.
Memaaf dan melupakan, fa'fu waspahu sebagai modal untuk rahmah. Kerja untuk menjadi lebih baik perlu mental positif, bersaudara, jernih hati dan melupakan gesekan batin, kompetisi dan konstestasi yang melelahkan nurani.
MODAL SOSIAL FITRAH DAN ISLAH
Kekuatan dan keuntungan yang akan dihasilkan fitrah, dan ishlah adalah dapat menyediakan mentalitas positif sebagai turbin pemutar roda harakah, perubahan positif. Pergerakan ekonomi umat lumayan dan on the track, namun ekses negatif perlu kekuatan lebih mengendalikannya.
Narkoba, prilaku menyimpang dalam keluarga selingkuh, tawuran pelajar, lgbt, perjudian off line dan online, korupsi, komisi, fee yang menjadi budaya adalah virus ganas perubahan positif.
Vidi Madani, unggul, berkeadilan, doa hasanah iddunya wal akhirat kebutuhan akan jadi jargon dan pidato Indah saja jika tidak didukung oleh empat elemen utama kepemimpinan.
Hadis yang berkaitan dengan faktor-faktor yang menopang kebaikan suatu masyarakat atau negara diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus: "Keadaan dunia akan tetap baik selama masih ada empat golongan: (1) Para ulama yang mengamalkan ilmunya, (2) para pemimpin yang adil, (3) orang-orang kaya yang dermawan, dan (4) pemimpin (tokoh politik dan tokoh masyarakat dan rakyat yang jujur."
Hadis ini menunjukkan bahwa kesejahteraan dan kebaikan suatu masyarakat sangat dipengaruhi oleh peran empat golongan ini:
1. Ulama yang mengamalkan ilmunya, karena mereka membimbing umat dengan ilmu dan hikmah.
2. Pemimpin yang adil, karena keadilan adalah pilar utama dalam pemerintahan yang stabil.
3. Pengusaha atau orang kaya yang dermawan, karena keseimbangan sosial terjaga dengan zakat dan sedekah.
4. Rakyat dan pegawai yang jujur, karena kejujuran adalah fondasi kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kesimpulan dari tulisan "MENYALAKAN "TURBIN" FITRAH" adalah bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali kesucian jiwa (fitrah) dan semangat rekonsiliasi (ishlah).
Turbin dalam konteks ini melambangkan kekuatan pendorong dalam aspek mental dan spiritual, yang mengubah kehidupan menjadi lebih baik dengan kesadaran akan kesucian diri dan kebersamaan. Fitrah adalah energi yang memperkuat ketahanan moral di tengah tantangan zaman, termasuk dampak negatif internet, keresahan sosial, dan politik yang kehilangan nilai moral. Sementara itu, ishlah merupakan bentuk rekonsiliasi yang mendamaikan perpecahan sosial dengan semangat ukhuwah.
Pentingnya memaafkan dan melupakan kesalahan ditegaskan sebagai langkah awal menuju keharmonisan sosial. Dalam sejarah Islam, ishlah telah melahirkan peradaban yang kuat, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Demikian pula, sejarah Luhak Nan Tuo menunjukkan kontribusi besar ulama dan pemikir dalam menciptakan perubahan positif.
Tulisan ini juga menekankan pentingnya empat elemen utama dalam menopang kebaikan masyarakat: ulama yang mengamalkan ilmunya, pemimpin yang adil, orang kaya yang dermawan, serta rakyat dan pegawai yang jujur. Tanpa keempat unsur ini, visi madani yang unggul dan berkeadilan hanya akan menjadi slogan tanpa realisasi.
Dengan menyalakan "turbin fitrah dan ishlah" umat Islam diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan mentalitas yang kuat, hati yang bersih, serta komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan.khutbahidulfitri1446#310325. Depan Balaikota Payakumbuh.
*Pembina media online sigi24.com indonesiamadani.com @surauprofessor.