![]() |
Dosen ISI Padang Panjang gelar aksi demonstrasi di depan Rektorat kampus itu. |
PADANG PANJANG, – Ratusan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang yang tergabung dalam Aliansi Dosen dan Tenaga Kependidikan (ADAKSI) menggelar aksi demonstrasi dengan pertunjukan musik, tarian, dan orasi sebagai bentuk protes atas belum dicairkannya tunjangan kinerja (tukin). Dalam aksi tersebut, para dosen juga menyatakan ancaman mogok mengajar jika hak mereka terus diabaikan.
Dalam orasi yang menggema di lingkungan kampus, perwakilan ADAKSI menegaskan bahwa para pemegang kekuasaan telah gagal menjalankan tugasnya dengan adil.
"Para penguasa telah terkontaminasi otaknya seperti binatang. Hak kami tidak diberikan, tapi kewajiban tetap dituntut. Jika ini terus terjadi, maka kewajiban kami pun akan kami hentikan," ujar salah satu dosen dengan lantang.
Aksi yang berlangsung secara damai ini menjadi simbol perlawanan akademisi terhadap ketidakadilan. Para dosen menggunakan seni sebagai medium protes, menampilkan musik perjuangan, tari teatrikal, dan puisi sebagai bentuk ekspresi atas kekecewaan mereka.
"Kami mendesak pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk segera mengambil tindakan nyata agar tunjangan kinerja yang menjadi hak para pendidik segera dicairkan," ujar Haviz Emriadi, salah satu dosen ISI.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang mengenai tuntutan ini. Para dosen menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan pencairan tukin, mereka akan benar-benar menghentikan kegiatan akademik sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.
Kontributor : Tata Handika